Senin, 21 November 2016

                      BAHAGIA DENGAN MENGAJAR

 

   Suara berisik mengisi seluruh sudut sekolahan, semua bermain dengan asik sesama temannya. Tapi berbeda dengan murid yang satu ini, dengan jari-jari lentiknya dia sibuk mengotak-ngatik sebuah komputer yang ada dihadapannya. Namanya Ahmad Suhaimi, sekarang dia tengah duduk di bangku SMA kelas 3. Hobinya yang berdominan kepada komputer telah menjadikan dirinya sebagai Asisten guru komputer. Sesekali ia mengajarkan temannya, jika guru komputer sedang berhalangan untuk masuk.

   Setelah lulus SMA, dirinya tidak langsung memasuki perguruan tinggi. Sebenarnya ia sudah mendapatkan bea siswa di salah satu perguruan jurusan komputer, tetapi  karena tidak mendapat izin dari orang tuanya, ia tidak mengambil bea siswa tersebut, dan akhirnya ia memilih untuk mengajar di Madrasah Ibtida'iyah. Selain karena hobinya untuk berbagi ilmu, ia juga mendapat banyak tawaran untuk mengajar.

      Sejak tahun 2010, dirinya menfokuskan diri mengajar dan membagi ilmu kepada siapa saja. Ia tidak pernah menganggap bahwa mengajar adalah suatu keterpaksaan, baginya mengajar adalah kebahagiaan yang selalu dirasakannya, ketika ilmu yang disampaikannya berguna untuk banyak orang.

    Berkat kelihaiannya dalam memahami komputer, ia akhirnya bisa kuliah di Universitas Terbuka Rawamangun sambil mengisi jadwal di luar kuliah dengan mengajar, dan ia sangat bahagia dengan hobinya,  dalam hidupnya saat ini.


Feature ini  dibuat oleh Anisa Fitriah, sebagai bahan latihan dalam membuat sebuah feature.

Ketika mengikuti pelatihan penulisan feature oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat tanggal 13 Nopember 2016 di Kantor Kepala Desa Pusaka Rakyat Kec. Tarumajaya Bekasi.

 







JENIS FEATURE PERJALANAN (BELUM ADA JUDUL)

     Waktu yang menuntut kedatangan kami di tempat bekerja, setelah kami tempuh perjalanan ku  dalam rangka bekerja, sungguh sangat melelahkan.

      Kesemangatan ku tuk tepat waktu tiba di tempat ku bekerja hampir-hampir sirna, karena perjalanan ku, jalan yang aku lalui yang normalnya 15 s/d 30 menit, tapi akhir - akhir ini bisa mencapai 1 jam perjalanan ku.

     Akan tetapi semangat yang pantang menyerah, walau panas di kemacetan yang ku hadapi, itu bukan suatu penghalang dalam perjalanan menuju tempat bekerja.

     Biarpun keringat membasahi tubuh ku, biarpun terik matahari membakar badan ku, hanya satu semangat yang ada, yang tidak mudah tuk lari dari apa yang kami hadapi setiap hari.


Penulis:  Hasan Basri
Pembina Karang Taruna Desa Pusaka Rakyat 
Bekasi, 13 Nopember 2016

Rabu, 16 November 2016

UNDANGAN PELATIHAN JURNALISTIK FEATURE

 BEKASI, 17 Nopember 2016

Perihal: Undangan Pelatihan Feature

Dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Kepada Yth. Bapak dan Ibu serta Saudara Saudari  Pengurus dan Anggota Karang Taruna
Kantor Kepala Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi

Insya Allah, Minggu, tanggal 20 Nopember 2016, pukul 8.30 WIB,  akan diselenggarakan acara pelatihan penulisan feature oleh Tim Abdimas Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, bertempat di kantor Kepala Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya Bekasi.

Adapun judul dari pelatihan ini adalah "Pelatihan Feature" yang merupakan kelanjutan dari pelatihan jurnalistik pertama bulan Maret 2016 di kantor Kepala Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Atas partisipasi Bapak, Ibu, Saudara, Saudari pada acara pelatihan feature ini, kami ucapkan terima kasih.


                                                                                                                    Tim Abdimas Ubhara Jaya
                                                                                                                    Dosen Tetap Fikom



Sabtu, 05 Maret 2016

KEGIATAN ABDIMAS FIKOM UBJ 2016

PUSAKA RAKYAT TARUMAJAYA - Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan
https://goo.gl/photos/1W5DGN5ESX5ETX3d8

DERITA WARGA PUSAKA RAKYAT

Sejak dilantiknya Abdul Wahid menjadi Kepala Desa Pusaka Rakyat pada tanggal 27 September 2012, Kantor tidak boleh ditempati oleh salah seorang ahli waris. Menurutnya tanah tersebut sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tinggi Negeri Bandung. Ketika itu pelayanan masyarakat ditempatkan di rumah tinggal yang letaknya di Prapatan Bogor.
Setahun kemudian melalui lobi dengan salah satu pengembang yang ada di wilayah tersebut, akhirnya disepakati di tempatkan di dalam Komplek Pasar Modern pada Ruko R-28.
Setelah putusan dimenangkan oleh penggugat, barulah tanah tersebut dijual ke PT X yang pada akhirnya diperuntukan sebagai pasos pasum. Namun begitu warga belum bisa menikmatinya, karena hingga kini bangunannya masih terbengkalai, seakan Pemerintah Daerah tidak peduli sama sekali.
Sangat miris rasanya melihat nasib warga yang tinggal disitu, padahal posisinya sebagai penyanggah Propinsi DKI Jakarta dan Kabupatennya banyak memiliki sumur minyak. Kemana saja pada saat ini dana APBD diglontorkan kalo hari gini masih ada pelayanan publik yang tidak memiliki kantor. (Mahpud/6/3/2016)